MOMENTUM BARU PELAKSANAAN KB

MOMENTUM BARU PELAKSANAAN KB

 

 

Jakarta, Merdeka

Presiden Soeharto minta kepada Kepala BKKBN, agar piagam kependudukan dari PBB untuk bangsa Indonesia dijadikan momentum baru dalam memacu pelaksanaan gerakan Keluarga Berencana Nasional, terutama di daerah-daerah yang belum mantap keberhasilan pelaksanaan program KB nya.

Piagam tersebut akan diterima Presiden Soeharto bertepatan dengan Hari Ulang Tahunnya yang ke-68 pada tanggal 8 Juni mendatang di Markas Besar PBB New York, Amerika Serikat. Besoknya (9/6) Presiden Soeharto akan bertemu dengan Presiden George Bush di Gedung Putih, Washington DC.

Kepala BKKBN Haryono Suyono di Bina Graha, Kamis minta izin kepada Presiden Soeharto untuk berangkat lebih dulu ke Amerika Serikat guna mempersiapkan penerimaan penghargaan PBB itu.

Dijelaskan, agar seluruh jajaran Pemerintah dan organisasi masyarakat mengetahui dan mensyukuri penghargaan yang diterima Presiden Soeharto dari badan dunia itu, Menko Kesra dalam Rapat Koordinasinya 30 Mei lalu menyampaikan petunjuk Presiden tersebut kepada para menteri.

Menteri Negara KLH Emil Salim juga memberi petunjuk kepada Kepala BKKBN tentang langkah-langkah yang harus diambil dalam menggencarkan kampanye KB di masa-masa mendatang untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia, supaya penduduk yang tetap besar jumlahnya itu benar-benar dapat menjadi modal dasar pembangunan.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Adhyatma juga memberi petunjuk kepada jajarannya agar penghargaan yang diterima Presiden itu dijadikan cambuk untuk bekerja lebih keras lagi melayani para calon dan peserta KB, sehingga jumlah mereka semakin meningkat.

Sedangkan Menteri Koperasi Bustanil Arifin mengharapkan, dengan penghargaan itu gerakan koperasi mengajak pula para anggotanya untuk ikut menjadi peserta KB. Para pengusaha dan masyarakat luas diimbau ikut menyukseskan pelaksanaan gerakan KB, terutama KB mandiri.

Menurut Haryono Suyono, Kepala Negara setuju, agar copy piagam penghargaan itu/nantinya diperbanyak dan dibagi-bagikan ke setiap daerah tingkat I dan II, dengan harapan dapat menjadi pendorong bagi pengembangan program KB terutama KB Mandiri.

 

 

Sumber : MERDEKA(02/06/1989)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XI (1989), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 814.

 

 

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.