Presiden Soeharto Intruksikan Menkeh Agar Wawasan Nusantara Diakui Internasional SABTU, 15 MEI 1976 Kepala Negara menginstruksikan Menteri Kehakiman, Mochtar Kusumaatmadja, agar terus memperjuangkan konsep Wawasan Nusantara sehingga mendapat pengakuan sebagai bagian dari Hukum Laut
Hadapi Sidang IGGI, Presiden Soeharto Panggil 12 Duta Besar KAMIS, 13 MEI 1976 Dua belas orang duta besar Indonesia yang berkedudukan di negara-negara anggota IGGI, siang ini menghadap Kepala Negara di Bina Graha untuk
Presiden Soeharto Tetapkan Hadiah Seni, Ilmu Pengetahuan, Pengabdian dan Olah Raga JUM’AT, 7 MEI 1976 Presiden Soeharto hari ini menetapkan kebijaksanaan untuk mengadakan hadiah-hadiah seni, ilmu pengetahuan, pengabdian, dan olahraga. Hadiah-hadiah tersebut akan
Prinsipnya Tak Tergoyahkan Oleh: H Alamsyah Ratu Perwiranegara Perkenalan saya dengan Pak Harto terjadi ketika beliau menjadi Deputi I di Mabad (Markas Besar Angkatan Darat) dan saya perwira menengah yang diperbantukan pada beliau.
Untuk Kelima Kalinya Terpilih jadi Presiden RI dan Masalah Calon Wakil Presiden Menjelang dilangsungkannya Sidang Umum MPR 1988 terjadi tour of duty di lingkungan pimpinan ABRI. Letjen. Edi Sudradjat diangkat jadi KSAD, menggantikan Jenderal
Tidak Mampu Tingkatkan Operasi, Pemerintam Ambil Alih Perusahaan Bis Kota SELASA, 17 APRIL 1979, Setelah menghadap Presiden di Bina Graha siang ini, Menteri Perhubungan a.i., Radius Prawiro, mengatakan bahwa ia telah melaporkan tentang keadaan