PENGEMBANGAN PARIWISATA DI BALI

PENGEMBANGAN PARIWISATA DI BALI 

JANGAN SAMPAI GANGGU PERTUMBUHAN KEBUDAYAAN [1]

 

Jakarta, Antara

Presiden Soeharto menekankan perlunya dikembangkan obyek2 pariwisata di pulau Bali, akan tetapi mengingat bahwa pengembangan itu jangan sampai mengganggu pertumbuhan kekayaan pulau tsb.

Kepala negara mengemukakan hal itu dalam pertemuan dengan Menteri Perhubungan Emil Salim di Cendana hari Jum’at membahas masalah usaha2 pengembangan pariwisata di Bali.

Dalam usaha menjaga kebudayaan asli Pulau Bali, menurut Presiden Soeharto, perlu dibangun pusat2 pariwisata dan melalui pusat2 pariwisata itu para turis dapat mengenal Bali secara keseluruhan.

Menteri Emil Salim dalam kesempatan itu melaporkan rencana Sidang otorita Pembangunan Pariwisata Bali di Denpasar tgl. 13 dan 14 Nopember yang akan datang.

Presiden akan ke Bali

Pada tanggal2 tsb, selama dua hari Presiden Soeharto merencanakan juga akan berkunjung ke Bali yang al. meresmikan hotel2 Hyatt di Nusa Indah.

Daerah Nusa Indah ini telah ditetapkan sebagai lokalisasi pariwisata.

Presiden Soeharto mengemukakan, dengan adanya pusat2 pariwisata yang nantinya para turis tidak perlu lagi berkeliaran, yang dapat mengganggu keaslian kebudayaan Bali.

Menyinggung pembangunan pariwisata di Bali, Kepala negara menekankan, bahwa pembangunan itu hendaknya dapat mendorong pembangunan serta merangsang pertumbuhan kegiatan masyarakat.

Otorita Pembangunan Pariwisata Bali diketuai oleh Gubernur Bali yang bertugas membangun kepariwisataan. (DTS)

Sumber : ANTARA (09/11/1973)

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku III (1972-1975), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 349-350.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.