Dikapal, 20 September 1998 Kepada Yth. Bapak M. Soeharto di tempat TAK ADA MANUSIA SEMPURNA Dengan hormat, Bersama surat ini saya ingin menyampaikan rasa turut prihatin atas apa yang Bapak alami akhir-akhir
Jakarta, 17 Juni 1998 Kepada Yth. Bapak H. Mohamad Soeharto di Rumah SEDIH DAN PRIHATIN Assalamu’ alaikum wr. wb. Mohon maaf yang sebesar-besarnya atas kelancangan saya menulis surat kepada Bapak dan keluarga.
Sukabumi, 15 Juni 1998 Kepada Yth. Bapak H.M. Soeharto dan keluarga di Jakarta TAK ADA RASA HORMAT Assalamu’alaikum wr. wb. Dengan hormat, Dengan penuh rasa hormat dan haru, saya memberanikan diri untuk
Yogyakarta, 14 Juni 1998 Kepada Yth. Bapak H.M. Soeharto di Jakarta BAPAK BANGSA Assalamu’ alaikum wr. wb. Bismillahirrahmannirrahim Sebagaimana yang kami khawatirkan dalam surat terdahulu (tanggal 21 Mei 1998, copy terlampir) bahwa
Jakarta, 28 Mei 1998 Kepada Yth. Bapak H.M. Soeharto di Jakarta Pusat JANGAN LARUT DAN TENGGELAM Dengan hormat. Kami mengabarkan bahwa kami dalam keadaan sehat wal afiat. Demikian pula permohonan kami
Bandung, 27 Mei 1998 Kepada Yth. Bapak H. Muhammad Soeharto ing Ndalem KUAT MELAWAN BADAI Assalamu’alaikum wr. wb. Sugeng Rahayu, Bapak apa kabarnya? Semoga Bapak sekeluarga dalam keadaan sehat wal afiat serta