TAJUK RENCANA : BODOH DAN NAIF Beberapa masalah sangat mendasar ditegaskan Presiden Soeharto ketika melantik delapan Duta besar RI, kemarin pagi. Masalah-masalah itu, antara lain, apa dan bagaimana politik luar negeri Indonesia.
PRESIDEN LANTIK DELAPAN DUBES BARU Presiden Soeharto menurut rencana di Istana Negara Rabu akan melantik delapan Duta Besar Republik Indonesia yang baru untuk Mesir, Belgia, Spanyol, Finlandia, Irak, Cekoslowakia, Bulgaria dan Papua
PRESIDEN : POLITIK LUAR NEGERI INDONESIA ADALAH PERDAMAIAN, KERJA SAMA DAN PEMBANGUNAN Politik Luar Negeri Indonesia adalah perdamaian, kerja sama dan pembangunan, demikian ditegaskan Presiden Soeharto dalam amanatnya pada pelantikan delapan Duta
PRESIDEN LANTIK 8 DUBES RI Presiden Soeharto menegaskan politik luar negeri kita adalah politik perdamaian, kerja sama dan pembangunan. Karena itu tidak pernah terlintas dalam pikiran kita untuk menjajah wilayah negara lain.
MPR HASIL PEMILU 1987 SUPAYA CALONKAN LAGI SOEHARTO SEBAGAI PRESIDEN Rakyat Kabupaten Kendari Sulawesi Tenggara, menyampaikan kebulatan tekad dalam suatu rapat akbar di Kota Unaaha, yang mengimbau MPR hasil Pemilu 1987 supaya
PESAN DAUD BEUREUEH KEPADA PRES. SOEHARTO BANDA ACEH (Suara Karya): Bekas pendiri/Ketua MUI Dista Aceh, yang juga bekas Gubernur Militer Aceh, Langkat dan Tanah Karo, Tgk.H.M.Daud Beureueh (93 th), Senin petang, menerima kunjungan