PRESIDEN SOEHARTO : JADIKAN GERAKAN NON-BLOK FAKTOR POLITIK YANG PENTING

PRESIDEN SOEHARTO : JADIKAN GERAKAN NON-BLOK FAKTOR POLITIK YANG PENTING

Indonesia yakin bahwa gerakan Non-blok akan terus berkembang dan terus bertambah kuat dan vital serta akan lebih meningkatkan peranannya sebagai suatu faktor politik yang penting, malahan yang menentukan dalam peraturan dunia.

Keyakinan Indonesia itu disampaikan oleh Presiden Soeharto pada sambutannya yang dibacakan oleh Menlu RI Mochtar Kusumaatmadja di KTT Non-blok New Delhi Senin.

Soeharto juga mengatakan, peranan menentukan itu dapat dicapai dengan cara memperkuat lagi persatuan dan solidaritas, berpegang teguh pada prinsip-prinsip non­alignment dengan mengambil sikap yang jelas terhadap masalah-masalah kritis dunia, tanpa rasa takut dan prasangka.

"Sungguh dalam situasi dunia yang demikian kritis, tidak ada pilihan lagi bagi kita dalam tindakan-tindakan kita tersebut," kata Presiden RI.

Broz Tito

Di bagian awal pidatonya, Soeharto menilai pertemuan puncak di New Delhi yang berlangsung pada saat-saat yang kritis dalam sejarah dunia dewasa ini, mempunyai arti penting ditinjau dari berbagai sudut.

Atas nama seratus negara, sidang ini akan mengambil sikap yang bertanggung jawab dan berdasarkan prinsip-prinsip bersama atas masalah-masalah kompleks dan eksplosif dan yang juga akan menetapkan arab masa depan dunia internasional.

Soeharto memandang penting pemikiran-pemikiran atas masalah-masalah yang menyangkut keadaan gerakan Non-blok itu sendiri, hak rakyat yang masih berada dalam penjajahan asing untuk menentukan nasibnya dan memperoleh kemerdekaan, perlucutan senjata yang telah menghisap kekuatan bangsa-bangsa situasi ekonomi yang kritis dan kesenjangan yang makin luas antara si kaya dan si miskin.

"Kita semua teringat pada pertemuan yang bersejarah dari pemimpin-pemimpin pendahulu kita yang telah diadakan di Beograd pada tahun 1961 di bawah seorang pejuang besar Presiden Broz Tito, di mana mereka telah meletakkan dasar-dasar gerakan kita dan mewujudkan prinsip-prinsip non alignment yang berlandaskan dasasila Konferensi Asia Afrika yang diadakan di Bandung pada tahun 1955," demikian Soeharto.

Akhirnya Presiden RI itu mengharapkan agar KTT Non-blok dapat memenuhi harapan dan aspirasi anggota gerakan Non-Biok yang akan dituangkan dalam program aksi untuk kemerdekaan, perdamaian dan pembangunan.

Indonesia Sebagai Wakil Kedua

Indonesia bersama dengan 18 negara lain hari Senin terpilih sebagai wakil ketua Gerakan Nonblok untuk masa tiga tahun mendatang, demikian dilaporkan Kantor Berita India (PTI) dari New Delhi.

Pemilihan ke-19 negara itu, yakni Al jazair, Comoros, Ghana, Guinea, Tanzania, SWAPO (Organisasi Rakyat Afrika Baratdaya), Bangladesh, Indonesia, Irak, Suriah, Vietnam, Yaman Selatan, PLO (Organisasi Pembebasan Palestina), Bolivia, Granada, Nikaragua, Suriname, Siprus, dan Malta, diumumkan oleh Ketua baru Gerakan Nonblok, PM India Ny. Indira Gandhi, segera setelah ia mengambil alih kedudukan ketua itu.

Ny. Gandhi juga mengumumkan pemilihan Nalwar Singh dari India sebagai sekjen konperensi tersebut dan Menlu Benin sebagai pelapor umum.

Sementara itu Cina menghargai penman positif yang dimainkan Gerakan Nonblok dalam masalah internasional.

Dalam sebuah pes an kepada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Non-blok ke-7, Perdana Menteri Cina Zhao Ziyang mengatahm, "gerakan tersebut telah menjadi suatu kekuatan politik yang mempunyai pengaruh penting di arena internasional’ ‘.

Ketika menghargai tujuan gerakan tersebut, pimpinan Cina itu mengatakan pemerintahnya mendukung sepenuhnya negara Gerakan Nonblok dalam peljuangan mereka untuk melindungi kemerdekaan nasional, pembangunan ekonomi nasional, mempertahankan keamanan internasional, dan membentuk tata baru ekonomi internasional.

Zhao menginginkan agar gerakan tersebut melanjutkan perjuangannya melawan imperialisme, kolonialisme, pendudukan asing serta dominasi dan hegemoni.

Jumlah Anggota Non Blok Jadi 101

Keanggotaan Gerakan Non Blok hari Senin melampaui angka 100 dengan penerimaan empat negara lagi sebagai anggota penuh.

Negara-negara itu ialah Bahama, Barbados, Kolombia dan Vanuatu. Dengan ini, jumlah anggota gerakan itu meningkat dari 97 menjadi 101 negara.

Delegasi-delegasi dari keempat negara itu menduduki kursi-kursi mereka bersama negara-negara anggota lain, ketika ketua gerakan itu, Perdana Menteri India Indira Gandhi, membacakan rekomendasi-rekomendasi yang disampaikan oleh konperensi para Menteri Luar Negeri yang mendahului KTT.

Yang juga diterima dengan resmi pada sidang paripurna Senin sore ialah Antigua dan Barbuda di kawasan Laut Karibia dengan status peninjau dan Republik Dominika sebagai tamu. (RA)

…

Jakarta, Pelita

Sumber : PELITA (9/03/1983)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku VII (1983-1984), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 46-47.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.