PRESIDEN SOEHARTO AKAN BUKA MUNAS THAREKAT ISLAM Presiden Soeharto menurut rencana akan membuka Musyawarah Nasional (Munas) Persatuan Pe1juangan Tharekat Islam (PPTI) Golkar di Istana Merdeka 26 Desember 1985. Ketua Umum DPP – PPTI Golkar
TANPA FALSAFAH KEBERSAMAAN, KITA AKAN TERPECAH BELAH TAJUK RENCANA : Suatu bangsa yang ingin tetap eksis, ingin tetap mempertahankan kepribadiannya, harus memiliki landasan atau falsafah hidup yang tangguh. Syukurlah bangsa Indonesia
PRESIDEN MINTA MUI PANDAI-PANDAI MENEMPATKAN DIRI Bobot dan mutu keikutsertaan umat Islam akan sangat ditentukan oleh terpadunya pemikiran, sikap dan kegiatan dalam mencapai cita-cita umat dan bangsa. Untuk itu Majelis Ulama harus pandai-pandai menempatkan
PENEGASAN PANCASILA SEBAGAI SATU-SATUNYA ASAS TIDAK BERARTI AGAMA AKAN TERGESER Presiden Pada Peringatan Nuzulul Qur’an: Presiden Soeharto menilai, keberhasilan DPR bersama Pemerintah. merampungkan Undang-Undang Organisasi Kemasyarakatan merupakan peristiwa bersejarah dalam pertumbuhan dan perkembangan bangsa.
USAHA PEMBANGUNAN TIDAK LEPAS DARI SIFAT-SIFAT KEAGAMAAN PRESIDEN SOEHARTO TEGASKAN: Presiden Soeharto menegaskan, bagi bangsa Indonesia usaha pembangunan tidak bisa dilepaskan dari sifat-sifat keagamaan. Sebab yang didambakan bukan hanya masyarakat adil-makmur semata-mata,
PEMBANGUNAN MASYARAKAT SEJALAN DENGAN ISLAM Presiden Buka MTQ Nasional XIV Masyarakat yang ingin kita bangun bukan saja tidak bertentangan dengan ajaran Islam, malahan sejalan dengan ajaran Islam, Presiden Soeharto mengatakan dalam