PRESIDEN SOEHARTO: PERGOLAKAN DI BERBAGAI NEGARA MEMPRIHATINKAN

PRESIDEN SOEHARTO: PERGOLAKAN DI BERBAGAI NEGARA MEMPRIHATINKAN

 

 

Jakarta, Merdeka

Presiden Soeharto menyatakan rasa prihatin terhadap pergolakan­-pergolakan yang terjadi di berbagai negara dan kawasan dewasa ini yang meminta korban tidak sedikit sekaligus mengharapkan mereka dapat mengatasi gejolak dan kemelut itu sebaik-baiknya sesuai jalan dan cara yang mereka tentukan sendiri dan mereka anggap paling baik bagi masa depannya.

Ini dikemukakan oleh Presiden dalam pidato akhir tahun 1989, Minggu malam yang dipancarkan melalui TVRI dan RRI ke segenap pelosok tanah air.

Diharapkan, perubahan-perubahan itu membawa umat manusia kearah kehidupan yang lebih tenteram, lebih damai dan lebih aman. “Peredaan ketegangan dunia mudah-mudahan dapat memindahkan dana-dana luar biasa besarnya yang selama ini digunakan untuk membuat senjata-senjata pemusnah menjadi dana-dana bagi pembangunan umat manusia yang masih hidup dalam penderitaan, kelaparan, penyakit dan ketidaktahuan,” tandas Presiden.

 

Perkembangan Baru

Pada bagian lain Presiden menegaskan, makin maju perjalanan pembangunan bangsa Indonesia akan makin banyak tantangan baru yang harus dihadapi dan makin banyak masalah baru, yang harus ditangani.

“Apa yang dahulu tidak kita rasakan sebagai kebutuhan, sekarang dan kelak akan menjadi kebutuhan. Apa yang dahulu kita anggap sebagai sukses, sekarang dan kelak bisa kita pandang sebagai hal yang biasa-biasa saja. Apa yang dahulu kita anggap sudah baik, sekarang dan kelak kita menganggap harus lebih baik lagi,” tutur Kepala Negara.

Presiden mengajak untuk melihat perkembangan baru ini dengan hati yang jernih dan juga pikiran yang jernih. Perkembangan baru ini memang belum pernah dikenal dan dialami sebelumnya, perkembangan baru ini merupakan buah dari kemajuan yang dicapai.

Dikemukakan, pembangunan telah membuka peluang-peluang baru bagi bangkitnya potensi-potensi dan prakarsa-prakarsa masyarakat. Di sini ada kelompok-kelompok yang telah siap dan lebih mampu memanfaatkan peluang-peluang baru. Mereka ini tumbuh makin besar dan makin kuat. Sementara itu ada pula kelompok yang belum terlalu siap dan belum mengembangkan kemampuannya.

Pegangan dalam hal ini adalah agar semua kekuatan ekonomi mampu memberi manfaat yang sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat, seperti yang menjadi semangat Undang-Undang Dasar 1945.

 “Yang besar tidak perlu kita tahan perkembangannya, karena yang besar dapat kita gunakan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi kita. Yang masih kecil dan belum mampu kita beri dorongan terus menerus agar menjadi lebih besar dan lebih mampu,” kata Presiden.

Dikatakan, Pemerintah memikul kewajiban dan tanggungjawab untuk memberi arah agar semua kekuatan ekonomi, yang besar dan yang menengah maupun yang kecil, milik negara ataupun usaha swasta dan koperasi, dapat menjadi kekuatan ekonomi nasional yang saling menunjang dan saling menghidupi, demi sebesar-besar kemakmuran rakyat.

Pemerataan pembangunan, menurut Kepala Negara, memang merupakan salah satu sokoguru strategi pembangunan Indonesia, yang ditunjang dengan bantuan Inpres Daerah Tingkat I, Daerah Tingkat II dan desa.

 

Terpelihara

Presiden mengemukakan, sepanjang tahun 1989 stabilitas ekonomi dapat dipelihara secara mantap. Kemantapan stabilitas ekonomi ini menunjang perkembangan ekonomi yang sehat dan mendorong gerak laju pembangunan.

“Yang tidak kalah penting, stabilitas ekonomi itu memberi perasaan tenteram bagi masyarakat, masyarakat tidak dikejar-kejar oleh rasa was-was bahwa barang-barang akan menghilang, masyarakat tidak dihantui kekhawatiran bahwa harga-harga akan melonjak,” ujarnya.

Penerimaan negara juga meningkat, terutama yang bersumber dari penerimaan sektor non Migas. Kemampuan dan kesadaran membayar pajak telah bertambah besar, perkembangan ini menunjukkan adanya kemajuan ekonomi secara nyata.

Ekspor non Migas juga meningkat. Yang sangat membesarkan hati adalah bagian terbesar dari hasil ekspor non migas dari sektor industri.

Hal ini menunjukkan bahwa tekad untuk membangun, industri makin mencapai tujuan. Perkembangan pertanian juga membesarkan hati. Tingkat swasembada beras dapat dimantapkan dan pembangunan pertanian lainnya bertambah luas.

Sementara perkembangan politik, keamanan dan sosial tahun 1989 melegakan hati. Dinamika politik dan dinamika sosial dapat disalurkan, sehingga stabilitas nasional tetap dapat dimantapkan dan persatuan serta kesatuan bangsa dapat diperlakukan.

 

Tugas Dasar

Mengemukakan mengenai keadaan dasawarsa mendatang, Presiden Soeharto menyatakan mengandung tugas besar, karena dalam dasawarsa itu bangsa Indonesia akan mulai memasuki proses tinggal landas.

“Dasawarsa yang akan datang akan menutup sejarah perjalanan peradaban manusia yang sangat panjang, ialah berakhirnya abad ke-20 dan berawalnya zaman baru abad ke-21,”katanya. “Tahun-tahun yang akan datang kita akan memasuki dengan kepercayaan diri yang besar, karena di tahun-tahun yang lampau umumnya dan tahun 1989 khususnya kita mencapai kemajuan-kemajuan penting dalam berbagai bidang.”

Dikemukakan, tekad di masa datang itu adalah menggunakan semua hasil dan pengalaman bersama di tahun-tahun yang telah dilewati untuk menyongsong tugas-tugas besar di tahun-tahun yang akan datang. (SA)

 

 

Sumber: MERDEKA (02/0 111990)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XII (1990), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 11-13.

 

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.