PRESIDEN MINTA MUI PANDAI-PANDAI MENEMPATKAN DIRI Bobot dan mutu keikutsertaan umat Islam akan sangat ditentukan oleh terpadunya pemikiran, sikap dan kegiatan dalam mencapai cita-cita umat dan bangsa. Untuk itu Majelis Ulama harus pandai-pandai menempatkan
PENEGASAN PANCASILA SEBAGAI SATU-SATUNYA ASAS TIDAK BERARTI AGAMA AKAN TERGESER Presiden Pada Peringatan Nuzulul Qur’an: Presiden Soeharto menilai, keberhasilan DPR bersama Pemerintah. merampungkan Undang-Undang Organisasi Kemasyarakatan merupakan peristiwa bersejarah dalam pertumbuhan dan perkembangan bangsa.
USAHA PEMBANGUNAN TIDAK LEPAS DARI SIFAT-SIFAT KEAGAMAAN PRESIDEN SOEHARTO TEGASKAN: Presiden Soeharto menegaskan, bagi bangsa Indonesia usaha pembangunan tidak bisa dilepaskan dari sifat-sifat keagamaan. Sebab yang didambakan bukan hanya masyarakat adil-makmur semata-mata,
PEMBANGUNAN MASYARAKAT SEJALAN DENGAN ISLAM Presiden Buka MTQ Nasional XIV Masyarakat yang ingin kita bangun bukan saja tidak bertentangan dengan ajaran Islam, malahan sejalan dengan ajaran Islam, Presiden Soeharto mengatakan dalam
MTQ AGAR SEDERHANA TETAPI HIKMAT Presiden: Presiden Soeharto menegaskan penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional ke – 14 dari tanggal 3 sampai dengan 12 Mei 1985 di Pontianak supaya dilakukan sesederhana mungkin
JANGAN RAGU HADAPI COBAAN DENGAN PERLAWANAN Presiden Pada Peringatan Isra Mi’raj Perjuangan untuk mewujudkan cita-cita yang luhur menuntut keyakinan yang kuat dan kepercayaan kepada diri sendiri. Oleh sebab itu kita tidak